Selasa, 10 Mei 2011

Letto, mengeluarkan single 'Dalam Duka' dan akan promosi album baru Cinta...Bersabarlah


Seperti juga judul albumnya “Cinta…Bersabarlah”, pLETTOnic (sebutan fans Letto) memang harus bersabar untuk mendengarkan materi terbaru milik band asal Jogjakarta ini. Letto dan musica studio rencananya akan memulai promosi album bulan Mei 2011 ini.  Apalagi 3 lagu yang ada dalam album “Cinta…Bersabarlah” sudah diminta untuk menjadi soundtrack 3 sinetron yang akan tayang dibulan Mei mendatang.
Single baru Grub band yang terdiri dari Noe (vocal), Patub (gitar), Arian (bass), dan Dhedot (drum) ini sudah bisa didengarkan di radio di indonesia yang berjudul 'Dalam Duka'.


Lagunya bisa didengarkan di bawah ini, walaupun bukan versi MVnya:

  Source: musica-studio.co.id

Senin, 09 Mei 2011

Sherina Munaf tampil di konser amal untuk Jepang di Hong Kong

Pada tanggal 1 April 2011, atas inisiatif dari anggota pelaku hiburan di Hong Kong, ‘Artistes 311 Love Beyond Borders Organizing Committee’ mengorganisir acara amal bertajuk “Artistes 311 Love Beyond Borders”.
Acara tersebut diadakan di Hong Kong Victoria Park mulai pukul 7 sampai 10  waktu setempat. Para bintang tamu yang diundang akan melakukan konser marathon dan mengumpulkan dana dari komunitas setempat untuk korban gempa bumi dan tsunami di Jepang. Beragam artis berasal dari Jepang, Korea, Indonesia serta Hong Kong, Taiwan dan China berkumpul di satu panggung untuk mengirimkan pesan positif kepada dunia khususnya Jepang. Sherina Munaf tampil memenuhi undangan dari Artistes 311 Love Beyond Borders Organizing Committee’ untuk ikut serta di acara amal tersebut.

Ada cerita menarik mengenai keterlibatan Sherina di “Artistes 311 Love Beyond Borders”. Salah satu penggagas acara amal tersebut adalah Jackie Chan. Diam-diam Jackie Chan jatuh cinta dengan penampilan Sherina di panggung saat pertama kali bertemu di acara amal serupa untuk Aceh tahun  2006 lalu. Namun sayang antara Jackie Chan dan Sherina sempat terputus komunikasinya, mungkin karena kesibukan masing-masing. Hingga akhirnya mereka bertemu lagi saat Jackie Chan ingin mengundang Sherina untuk ikutan tampil di acara amal tersebut. Melalui jalan berliku dengan bantuan beberapa pihak, akhirnya Jackie Chan dan Sherina berkomunikasi kembali. Singkat cerita, Sherina setuju untuk tampil di acara amal tersebut bersama Will Smith dan Kenny G. juga. 





Penampilan sherina bisa dilihat di bawah ini:


Source: www.youtube.com

             www.trinityproduction.com

Jumat, 06 Mei 2011

Mulan Rilis New MV Feat Law, Abracadabra dan 2 Album (99) Vol 1 & 2

Penyanyi Mulan Jameela kembali dengan merilis 2 album dengan judul 99 yaitu vol 1 & vol 2.Sementara judul album 99 sendiri menurutnya adalah karena angka 99 merupakan angka yang bagus, layaknya asma'ul husna.

"Terus terang enggak tau, itu dari Mas Dhani. Ya aku terima dengan pertimbangan 99 itu nomor yang bagus. Itu seperti nilai asma'ul husna, 99 juga bisa diartikan 9 lagu di vol 1 dan 9 lagu di vol 2," terangnya.

MV Abracadabra sendiri menggunakan animasi 3 Dimensi. MV ini sendiri bercerita tentang Mulan yang ditolong oleh jin dan kemudian bersahabat dengan jin agar pacarnya bisa menjadi setia. Dan ini merupakan perjalanan Mulan versi 3 Dimensi di timur tengah.

Bagi yang penasaran dengan MVnya bisa dilihat di bawah ini:
Source: artis.inilah.com
             Liputan 6

Minggu, 01 Mei 2011

5 Penyanyi Muda yang Menciptakan Lagu Sendiri

Perkembangan musik Indonesia makin menggairahkan. Musik Indonesia semakin baik diterima di masyarakat Indonesia. Meskipun penjualan kaset dan CD mengalami penurunan yang drastis akibat RBT atau nada tunggu. Namun seiring dengan itu musisi-musisi baru bermunculan, banyak penyanyi-penyanyi atau grup band yang hilir mudik meramaikan peta permusikan Indonesia.
Menurut salah satu musisi terkemuka di Indonesia, di masa depan seorang penyanyi tidak hanya dituntut pandai menyanyi saja. Akan tetapi sang penyanyi harus pandai menciptakan lagu sendiri dan memproduseri albumnya. Wuih!!!
Nah, di Top 5 kali ini, ada lima penyanyi/grup yang masuk kriteria musisi masa depan. Hebatnya lagi mereka tergolong musisi muda! Cakap bernyanyi, jago buat lagu dan memproduseri albumnya! Siapa mereka? Ini dia….
1. Sherina


Penyanyi cantik Sherina telah mengelaurkan dua album dewasanya, Primadona dan Gemini. Hebatnya lagi kedua album ini diproduseri dan hampir semua lagunya diciptakan oleh Sherina. Meskipun album Primadona mendapat kritik yang keras. Sherina mampu bertahan dan membuktikannya di album Gemini.
Dari 11 lagu di album Gemini, Sherina menciptakan 10 lagu, sedangkan satu lagu adalah lagu ayahnya yang diaransemen ulang. Terbukti Sherina mampu menunjukkan kepiawaiannya dalam bernyanyi dan tentu saja menciptakan lagu.
Lagu seperti Cinta Pertama dan Terakhir, Simfoni Hitam dan Jalan Cinta terdengar begitu memukau dan berkelas dengan balutan piano. Begitu pun dengan lagu Pergilah Kau dan Semoga Kau Datang. Sisanya Sherina menghentak dengan lagu berirama cepat pop rock seperti Pikir Lagi dan Bukan Cinta Segitiga.
Di album Gemini ini, Sherina telah mengeluarkan 3 singel yakni Cinta Pertama dan Terakhir, Geregetan dan Pergilah Kau. Sedangkan singel Jalan Cinta dan Kubahagia telah ada sebelumnya sebagai OST Film Ayat-ayat Cinta dan Laskar Pelangi.

2. Sandhy Sondoro


Lelaki berkacamata ini memulai karir sebagai penyanyi jalanan di Jerman. Di kancah internasional, Sandhy sempat menjuarai festival penyanyi muda internasional New Wave 2009. Hebatnya di festival itu ia sempat membawakan satu lagu ciptaannya sendiri Meskipun begitu publik Indonesia belumlah terlalu mengenalnya.
Di Indonesia lagu Sandhy tergolong masih sedikit namun pesona lagu dan suaranya membuat kita patut bangga. Lagu Malam Biru dan Gejolak Cinta (duet dengan Indah Dewi Pertiwi), mulai mengangkat nama Sandhy ke jajaran musisi berbakat di Indonesia. Bangganya lagi Sandhy mampu tampil di Amerika atas undangan Diane Warren dan satu panggung dengan penyanyi kelas dunia. Sebut saja Celine Dion.

3. Bondan Prakoso


Penyanyi cilik yang bergelar “Si Lumba-lumba” ini rupanya tak main-main dalam bermusik. Tiga album telah ia buat bersama Fade 2 Black. Lagu-lagu yang ia buat pun memiliki nilai dan inspirasi bagi kaum muda. Tengok saja lagu Ya Sudahlah yang minggu-minggu ini merajai chart. Lagu ini memiliki pesan moral yang tak biasa yakni tetap optimis meski mimpi tak terwujud.
Di album terdahulu, Bondan sempat mencuri perhatian lewat lagu Keroncong Protol yang begitu nasionalis dan menggelitik. Selain itu ada lagu Xpresikan yang mengandung nilai humanis dan agamis namun tak menggurui. Bersama Fade 2 Black, Bondan telah menelurkan album Respect, album Unity dan yang teranyar album For All.

4. RAN

Trio RAN yang diambil dari nama personilnya yaitu Rayi, Asta dan Nino terus melaju dengan warna musik yang meremaja. Lagu-lagu di dua album mereka rata-rata diciptakan mereka bertiga. Lagu seperti Selamat Pagi hingga Bosan terdengar menyegarkan ditambah lagi dengan selingan rap yang khas anak muda sekali.
Di kancah penghargaan RAN berhasil menyabet penyanyi grup/duo terfavorit di ajang penghargaan anak-anak dan masuk nominasi di beberapa penghargaan musik seperti MTV Musik Indonesia dan Anugerah Musik Indonesia.

5. Dewi “Dee” Lestari


Setelah keluar dari grup Rita Sita Dewi (RSD), Dee membuat image baru sebagai penulis novel dan penyanyi. Kedua image tersebut mampu dibangunnya, Sebagai penulis, Dee telah melahirkan banyak karya seperti Supernova, Filosopi Kopi, Rectoverso dan Perahu Kertas. Sedangkan untuk album Dee mampu menunjukkan kepiawaianyya dalam mencipta lagu dengan lirik-lirik puitis. Ini terbukti di album Rectoverso. Lagu seperti Malaikat Juga Tahu terdengar begitu menyentuh dan puitis. Lagu Cicak di Dinding terdengar lucu dan romantis. Sedangkan lagu Selamat Ulang tahun terdengar begitu mengharu-biru.
Yap! Itulah 5 penyanyi muda yang selain pawai bernyanyi juga pawai menciptakan lagu. Kita berharap semakin banyak musisi-musisi di Indonesia yang berbakat dan mampu memberikan kebanggaan bagi Indonesia. Dan yang tidak kalah penting, setiap lagu yang mereka ciptakan memberikan sisi positif dan menginspirasi terutama bagi kaum muda kita!

Sumber : http://lomba.kompasiana.com/ib-1000-tulisan/2010/07/29/top-5-5-penyanyi-muda-yang-menyanyikan-lagu-ciptaan-sendiri/

SID Masuk Daftar 50 Band Populer Billboard

Band punk rock asal Bali, Superman Is Dead (SID), mencatat prestasi dengan masuk dalam daftar 50 band populer Billboard— lembaga pemeringkat lagu atau band populer (chart) yang berpengaruh.
SID menempati urutan ke-23 Billboard Uncharted. Ini merupakan chart terbaru Billboard yang diperkenalkan pada 20 Januari lalu. Band yang diawaki Bobby Kool (vokal dan gitar), Jerinx (drum), serta Eka Rock (bas) dipilih karena dianggap memiliki basis massa yang besar, yakni sekitar 1,6 juta orang, di Facebook.
Pemilihan berdasarkan survei terhadap sejumlah situs internet, seperti YouTube, Wikipedia, MySpace Music, Last.fm, dan jaringan media sosial, antara lain Facebook dan Twitter. ”Kami kaget bisa masuk daftar Billboard, tetapi tentu saja senang,” ujar Eka, Sabtu (22/1), menjelang tampil bersama SID di Senayan, Jakarta.
Wajar jika Eka kaget. Pasalnya, SID adalah band Indonesia pertama yang masuk dalam daftar Billboard. Untuk penyanyi solo, hanya Anggun yang pernah mencatatkan dirinya dalam daftar Billboard, yakni Billboard Hot Adult Top 40 Tracks tahun 1998 lewat lagu “Snow on the Sahara”.
Apa makna pencapaian ini buat SID? “Ini tantangan baru buat kami. Tanggung jawabnya besar,” ujar Eka.
Band yang pernah tampil dalam tur festival punk terbesar di dunia di Amerika Serikat, Warped Tour 2009, saat ini sedang menyiapkan album terbaru. “Kami sedang menyiapkan materinya. Dua bulan ke depan, mudah-mudahan sudah mulai masuk dapur rekaman,” kata Eka. (BSW)
Sumber: KOMPAS
Cre: indonesiaberprestasi.com

Band Rusia Itu Bernama Indonesia


Personel band INDONESIA asal St. Petersburg, Rusia.
Ketika para musisi negeri ini berlomba-lomba mencari nama keren dengan bahasa Inggris, sekelompok anak muda Rusia justru menggunakan nama ‘INDONESIA’ untuk nama bandnya. Kelompok yang dibentuk di Saint Petersburg pada 2007 ini diperkuat oleh Coal (vocal), Santa (bass), Charlie (drum) dan Demian (gitar). Band beraliran rock ini mengaku terinspirasi dari banyak kelompok seperti Led Zeppelin, AC/DC, Nirvana, Dream Theater, Deftones, hingga Porcupine Tree.

Menurut Santa (Bass), salah satu personil INDONESIA, band tersebut memilih nama INDONESIA lantaran karena kebetulan. Mereka sudah mencari banyak nama yang cocok, yang mudah diingat, mudah dilafalkan, dan berakar pada jenis music indie.
Namun tidak ketemu. Suatu ketika, Damian (Gitar) secara tidak sengaja menemukan sebaris kalimat di bawah gitarnya yang bertuliskan ‘Made In Indonesia’. “Yeah!” Damina tersintak. – “That’s what we looking for! INDONESIA!” lanjutnya.
Bersama catatan informatif ini selengkapnya saya sertakan pula sejarah ringkas asal mula nama INDONESIA yang diguanakan Coal (vocal), Santa (bass), Charlie (drum) dan Demian (gitar) untuk nama gurp band mereka seperti yang dikirimkan Santa dalam Myspacenya.
Hi! glad that you liked it, here’s the story that you asked: We’ve chosen INDONESIA name with no political or social reasons. I’m with Demian (guitarist) looked through a hundred names but there was no one good.
We searched for easy to memory name. Also we wanted to have name with “indie” root. Finally, Demian looked at his guitar’s bottom deck and has read: “Made in Indonesia”. “Yeah!” – he said. – “That’s what we looking for! INDONESIA!”
Our music is not connected with one definite style. It envelop much more. It sounds as a “freedom in music”. Our music include all genres. There is progressive and grunge, metal and pop, jaz and disco …etc. But for all that we have our own “indonesian” style.
Our multistyles appears at EP “Pretty Colours” in lesser degree than at our second album which we’re recording right now but it is it. When we were discussing the “INDONESIA” name our thoughts were: “Indonesia… This country located at thousands islands. And every island with it’s own citizens, ideology, customs …etc. Seems like many-sided country. Many-sided music…” Something around this thoughts.”


Sumber: VIVANews
Cre: indonesiaberprestasi.com

Orang Indonesia Jadi Pahlawan di Korea

Sebenarnya berita ini sudah lama banget, tahun 2010. Tapi kami rasa berita ini patut untuk diketahui banyak pihak. Mungkin bisa menjadi salah satu inspirasi untuk orang indonesia yang ada di negeri orang.
Di tengah duka bangsa Korea yang masih sangat dalam terasa akibat tenggelamnya kapal perang Cheonan yang menewaskan 46 prajurit angkatan laut, nama Indonesia harum dipuji di negeri ginseng itu.
Ada orang Indonesia yang dipandang sebagai pahlawan dan pemberi inspirasi dalam musibah yang menggetarkan hati dan meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea tersebut. Penghargaan terhadap orang Indonesia itu disampaikan pejabat dan media setempat.
Pada 26 Maret 2010 sebuah Korvet Angkatan Laut dengan 104 awak kapal sedang patroli rutin di perairan dekat perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Tiba-tiba saja terjadi ledakan dahsyat di buritan. Mesin perang itu nyaris terbelah dua dan tenggelam.
Saat itu pukul 21:00 waktu setempat. Tempat di Laut Kuning, dekat Kepulauan Baengyeong. Malam mulai gelap ketika operasi penyelamatan dilakukan oleh penjaga pantai dibantu oleh nelayan pencari ikan yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Mereka berhasil menyelamatkan 58 orang. Yang lainnya tewas dan menghilang.
Salah satu kapal nelayan yang ikut dalam operasi pencarian dan penyelamatan adalah kapal ikan Geumyang No.98. Di kapal ikan itu ada Lambang Nurcahyo (36) dan Yusuf Harefa (35), dua pelaut Indonesia. Bersama lima pelaut Korea Selatan, awak Geumyang terlibat dalam aksi heroik penyelamatan di laut bebas, gelap dan berbahaya.
Malang tak bisa diraih, untung tak bisa ditolak. Kapal ikan Geumyang di tengah aksi penyelamatan bertabrakan dengan kapal kargo Kamboja. Seluruh awaknya ikut tenggelam.
Jenazah Lambang Nurcahyo, bapak dua anak, ditemukan beberapa hari kemudian. Namun si lajang Yusuf Harefa hingga kini masih hilang. Upaya kemanusiaan pelaut Indonesia itu diakui dan dihormati bangsa Korea yang tengah berkabung. Mereka wafat dalam upaya mulia.
Surat kabar Korea Times hari Kamis (22/4) memuji Nurcahyo dan Harefa. Dalam tajuk rencana berjudul “Indonesian heroes”, Korea Times menulis bahwa “Seperti para pelaut AL yang gugur itu, para nelayan Geumyang itu juga merupakan pahlawan-pahlawan yang telah mengambil risiko nyawa mereka untuk menyelamatkan korban-korban Cheonan?.
Pemerintah Korea Selatan berjanji memberikan santunan baik kepada awak kapal Korsel maupun Indonesia. Menteri Luar Negeri Yu Mung-hwan menyampaikan simpati dan telah menulis surat sehubungan dengan tragedi tersebut kepada keluarga Nurcahyo dan Harefa.
“Kami menghargai jasa-jasa kedua pelaut Indonesia yang tewas dalam insiden tersebut. Kami sungguh menyesalkan telah terjadinya peristiwa ini,” kata Yu Mung-hwan.
Jadi pusat perhatian
Orang Indonesia lain yang mendapat penghormatan di Seoul adalah Dirut Perum LKBN ANTARA Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf. Ia menjadi pusat perhatian di Seoul karena selaku Presiden Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) ia meminta pimpinan media dunia yang berkumpul di negeri itu untuk berdiri dan mengheningkan cipta atas musibah yang meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.
“Semoga arwah mereka beristirahat dengan damai dan yang hilang bisa segera ditemukan,” katanya dalam hening cipta yang diikuti 68 pimpinan kantor berita dari Asia Pasifik, Arab, Mediterania, Eropa dan Balkan serta Perdana Menteri Korea Selatan Chung Un-Chan.
Mukhlis Yusuf sudah tiga tahun terakhir ini memimpin OANA, organisasi kantor berita dari 33 negara di kawasan Asia Pasifik.
Bekerja sama dengan kantor berita Yonhap, OANA mengumpulkan para tokoh media di Seoul untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi kantor berita pada era konvergensi multimedia. Namun, OANA Summit Congress dibayangi kasus tenggelamnya Cheonan.
Meski belum bisa dibuktikan keterlibatan Korea Utara dalam insiden itu, laporan media setempat menyebut kemungkinan kapal tersebut ditorpedo atau terkena ranjau laut yang disebar Pyongyang.
Ketika membawa para tokoh media dari seluruh dunia itu bertemu dengan Presiden Lee Myung-bak di Istana Biru, Mukhlis menyampaikan belasungkawa dan doa kepada para korban. Presiden Lee tampak tergugah dengan pidato pengantar Mukhlis yang tidak diduga menyinggung insiden Cheonan dan doa agar bangsa Korea bisa mengatasi musibah itu dengan penuh kesabaran dan perdamaian.
Pidato Mukhlis itulah yang mendorong Presiden Lee menyatakan sikapnya atas musibah Cheonan. Sikap itulah yang kemudian menjadi berita utama di seluruh dunia. Di koran-koran setempat, seperti The Korean Times dan Korean Herald, berita pertemuan Mukhlis Yusuf dan Presiden Lee menjadi berita utama di halaman depan. Foto Mukhlis pun menghiasi halaman media Seoul.
“Saya mulai mengagumi anda,” kata Park Jung-Chan, Presiden kantor berita Korea Selatan Yonhap kepada Mukhlis Yusuf pada pidato jamuan makan malam selepas pertemuan di Istana Biru.
“Anda berhasil membuat Presiden Lee angkat bicara soal Cheonan,” katanya.
Presiden Lee dan seluruh bangsa Korea memang sangat terguncang dengan musibah itu. Lee langsung meninjau operasi pencarian dan bertemu marinir yang ditempatkan di barat Pulau Baengnyeong.
Dengan helikopter, Lee menuju pulau dekat perbatasan Korsel-Korut itu. Kunjungan Lee dimaksudkan untuk menghibur keluarga korban yang menunggu dengan cemas pencarian jasad anggota keluarga mereka. Lee juga memerintah militer agar lebih waspada pasca tenggelamnya Cheonan. Sejak tenggelamnya kapal Cheonan militer diminta benar-benar mempersiapkan diri untuk setiap aktivitas yang dilakukan Korea Utara.
Ketegangan memuncak di semenanjung Korea menyusul insiden itu. Kemungkinan pecah perang baru antar Korea kembali menjadi kekhawatiran dunia. Padahal, Korea Utara memiliki senjata nuklir sebagai pemusnah massal dan rejim di Pyongyang bisa melakukan tindakan tidak terduga.
Namun, kekhawatiran dunia itu bisa diredakan. Menjawab pertanyaan dan pernyataan Mukhlis, Presiden Lee menyatakan tidak akan membalas dendam sekalipun Pyongyang terbukti paling bertanggungjawab atas insiden Cheonan. Perang, menurut Lee, bukan pilihan. Pihaknya membawa kasus ini kepada Dewan Keamanan PBB.
Oleh karena itulah, pemimpin media dari seluruh dunia yang bertemu Presiden Lee, memuji Mukhlis Yusuf. Presiden OANA yang juga Dirut Perum ANTARA  itu berhasil menggugah Presiden Lee untuk menyatakan sikapnya yang jelas: tak boleh ada perang lagi di semenanjung Korea.
Sumber: KompasCOM